Editorial
Lisa Wattimena Ajak Masyarakat Budayakan Kebaya Nasional
Infobaru.co.id, Ambon – Lisa Wattimena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini.
Katua PAUD kota Ambon mengungkapkan alam sambutannya kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi merupakan simbol jati diri perempuan Indonesia sekaligus warisan budaya yang harus terus dilestarikan, Sabtu (24/7/2026).
“Kebaya bukan sekadar pakaian adat, tetapi merupakan warisan budaya yang mencerminkan keanggunan, kelembutan, ketangguhan, serta identitas budaya bangsa indonesia,” ungkapnya saat Parade Kebaya Kota Ambon yang berlangsung di Gong Perdamaian.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional sekaligus Hari Anak Nasional 2026 itu diikuti sekitar 1.500 anak PAUD se-Kota Ambon, bersama para guru, orang tua, organisasi perempuan, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kota Ambon ini mengapresiasi penyelenggaraan Parade Kebaya oleh DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku yang dinilai mampu menghadirkan ruang edukasi budaya bagi anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak PAUD dalam kegiatan tersebut bukan hanya untuk menampilkan keberanian dan rasa percaya diri, tetapi juga menjadi media menanamkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.
“Kita mengajarkan anak-anak untuk mengenal dan bangga terhadap warisan leluhur sejak usia dini. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus,” katanya.
Ia juga menegaskan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional memiliki makna yang saling melengkapi.
Di satu sisi, masyarakat diingatkan untuk memenuhi hak-hak anak agar tumbuh dalam kasih sayang dan memperoleh pendidikan yang layak, sementara di sisi lain seluruh masyarakat diajak memperkuat rasa cinta tanah air melalui pelestarian budaya bangsa.
Sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya, Maluku dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk terus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda melalui berbagai cara, seperti pakaian adat, lagu daerah, tarian tradisional, permainan rakyat hingga cerita rakyat.
Menurutnya, pengenalan budaya sejak usia dini menjadi investasi penting agar anak-anak kelak mampu menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.
Ia mengajak seluruh orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam mengenalkan budaya Ambon dan Maluku kepada anak-anak melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia berharap Parade Kebaya Ambon dapat menjadi agenda budaya tahunan yang terus dikembangkan dan mampu menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai budaya Maluku dan Indonesia.
Ia juga mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional Tahun 2026 seraya mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa demi mewujudkan generasi Maluku yang berkarakter, cinta budaya, dan siap menyongsong masa depan. (Red)