Nasional
Surat Terbuka Cicit A.M Sangadji Kepada Presiden Prabowo
Oleh:
Kamil Mony
(Cicit Abdoel Moethalib Sangadji)
Pesan Harapan Keluarga Besar Abdoel Moethalib Sangadji kepada Presiden Republik Indonesia
Bapak Presiden Republik Indonesia,
Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto yang kami hormati.
Perkenankan saya, Kamil Mony, cicit dari Abdoel Moethalib Sangadji, menyampaikan harapan keluarga besar dan masyarakat Maluku terkait pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.
Kami meyakini Bapak Presiden adalah seorang pemimpin yang memahami dan mencintai sejarah bangsa. Sebagai putra dari keluarga pejuang yang telah banyak berkontribusi bagi Indonesia, Bapak tentu memahami bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pejuangnya.
Abdoel Moethalib Sangadji adalah salah satu tokoh pergerakan nasional yang telah mengabdikan hidupnya untuk cita-cita kemerdekaan Indonesia. Bersama H.O.S. Tjokroaminoto dan tokoh-tokoh besar lainnya, beliau ikut menanamkan kesadaran kebangsaan, memperjuangkan keadilan bagi rakyat, serta mengorbankan kenyamanan hidupnya demi perjuangan bangsa.
Sejak tahun 2023, seluruh persyaratan pengusulan gelar Pahlawan Nasional telah dipenuhi. Naskah akademik, penelitian sejarah, dokumen pendukung, hingga tahapan administratif telah dilalui sesuai ketentuan perundang-undangan. Nama A.M. Sangadji bahkan telah masuk dalam daftar usulan Dewan Gelar sejak tahun 2023 dan pada tahun 2024 berhasil masuk dalam enam besar calon Pahlawan Nasional yang diusulkan kepada Presiden.
Hingga tahun 2026 ini, seluruh ikhtiar yang menjadi kewajiban keluarga, tim peneliti, Pemerintah Provinsi Maluku, dan berbagai elemen masyarakat telah dilakukan. Karena itu, dengan penuh hormat kami menyampaikan bahwa yang kami nantikan hari ini bukan lagi kelengkapan dokumen, melainkan hadirnya keputusan dan penghargaan negara.
Sebagai cicit beliau, saya tidak mewarisi harta yang berlimpah. Namun saya mewarisi cerita perjuangan, keteladanan, dan tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa pengabdian seorang pejuang bangsa tidak hilang dalam perjalanan sejarah.
Kami percaya Bapak Presiden memahami bahwa pengakuan terhadap seorang pahlawan bukan hanya penghormatan kepada individu, tetapi juga bentuk penghormatan negara terhadap sejarah bangsa itu sendiri.
Semoga tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Maluku dan Indonesia, ketika negara memberikan pengakuan resmi kepada Abdoel Moethalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia. (*)