Maluku
Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Pemprov Maluku Gelar Rapat Komite Pengarah
Infobaru.co.id, Ambon – Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, membuka Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Provinsi Maluku ke-3 yang mengusung tema “Upaya Perbaikan Kualitas Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Anak melalui Peran Ekosistem Pendidikan di Daerah” di Hotel Santika Ambon, Selasa (5/5/2026).
Forum strategis ini menjadi wadah kolaborasi lintas pemerintah, mitra pembangunan, dan para pemangku kepentingan pendidikan dalam memperkuat arah kebijakan peningkatan mutu layanan pendidikan dasar di Provinsi Maluku.
Rapat ini turut dihadiri Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, perwakilan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Laila Yudiati, Ketua Tim Penasehat Strategis Independen Mr. Laurent, Wakil Direktur Program INOVASI Ingga Vistara, Provincial Manager Inovasi Maluku, Mus Mualim, Universitas Pattimura, UIN A.M. Sangadji, LLDIKTI Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Balai Guru Penggerak, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Balai Pelestarian Kebudayaan, Balai Bahasa, Balai Diklat Keagamaan, serta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.
Kepala BKPDM Kemendikdasmen, Prof. Dr. Toni Toharudin, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak di Maluku memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.
“Perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan mitra pembangunan agar setiap anak di Maluku memiliki kesempatan belajar yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan mutu pendidikan di Maluku. Ia mengapresiasi kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui Program INOVASI yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perubahan positif di sektor pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Maluku, saya mengapresiasi semangat kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang diwujudkan melalui Program INOVASI untuk mendorong perubahan positif dalam dunia pendidikan di Maluku,” ungkapnya.
Menurut Sekda, berbagai program seperti SKALA, INKLUSI, dan INOVASI Fase 3 telah membantu mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Ia juga menekankan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah memastikan guru dan tenaga kependidikan memiliki kemampuan literasi digital yang memadai.
“Tantangan terbesar yang akan kita hadapi adalah bagaimana memastikan guru dan tenaga kependidikan melek teknologi. Saya berharap Program INOVASI Fase 3 dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran,” harapnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Keberhasilan pendidikan dasar, menurutnya, akan sangat menentukan kualitas pendidikan pada jenjang berikutnya sehingga sinergi antar tingkat pemerintahan menjadi sangat penting.
“Melalui rapat komite pengarah ini, kita diharapkan dapat memperkuat komitmen dan sinergi dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku,” ujarnya.
Dalam rapat komite pengarah tersebut, para peserta mendiskusikan berbagai tantangan pendidikan di wilayah kepulauan, mulai dari pemerataan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, hingga sinkronisasi perencanaan pendidikan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Sebanyak 56 peserta terlibat dalam forum ini untuk membahas perkembangan program, tantangan pendidikan, serta langkah strategis peningkatan kualitas pembelajaran di daerah.
Rapat komite juga digelar diskusi panel mengenai upaya perbaikan kualitas pembelajaran dan dukungan kebijakan di Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Ambon, dan Kabupaten Maluku Tenggara. Diskusi menghadirkan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, Asisten I Kabupaten Maluku Tengah, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon.
Rapat ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis dan rencana tindak lanjut sebagai dasar penguatan implementasi Program INOVASI Fase 3 di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Hasil pertemuan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan mutu layanan pendidikan dasar yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan karakteristik wilayah Maluku sebagai daerah kepulauan. (Red)