Ambonia
Walikota Ambon Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, Sebanyak 992 Personil Gabungan Dilibatkan
Infobaru.co.id, Ambon – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 untuk pengamanan dan pelayanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026), di Lapangan Apel Polresta Pulau Ambon.
Wali Kota mengatakan apel tersebut untuk menyiapkan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026.
“Apel gelar pasukan ini menjadi bentuk kesiapan kita bersama dalam memastikan pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ungkapnya.
Wali Kota menjelaskan Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi tersebut melibatkan 992 personel gabungan yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna memastikan keamanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 – 15 Maret dan 18 – 19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 – 25 Maret dan 28 – 29 Maret 2026.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri telah menyiapkan pengamanan sebagai berikut: Personil yang terlibat Operasi Ketupat 305 Personil, Personil PAM Sohlat IED 268 Personil, Personil Malam Takbiran 419 Personil, Pos Pengamanan 19 Pos, Pos Pelayanan 2 Pos, Pos Terpadu 2 Pos, dan Pos Pengalihan Arus 11 Pos.
“Pengamanan juga difokuskan pada 185 objek penting seperti masjid, lokasi salat Idulfitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, pelabuhan, dan bandara,” ungkapnya.
Wali Kota menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.
Ia meminta aparat keamanan meningkatkan patroli rutin serta melakukan pendataan rumah yang ditinggalkan pemudik, termasuk menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
“Karena itu diperlukan kesiapsiagaan tim tanggap bencana serta kesiapan sarana dan prasarana untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik,” ujarnya.
Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026, termasuk TNI, Polri, kementerian terkait, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, Basarnas, Pertamina, serta berbagai instansi lainnya.
Ia meminta seluruh pihak terus menjaga soliditas dan sinergitas dalam melaksanakan tugas pengamanan.
“Mari kita wujudkan mudik yang aman dan keluarga yang bahagia. Selamat bertugas,” pungkasnya. (Red)