Opini
Kemitraan Strategis Membangun Kabupaten SBT
Oleh: Ahmad Mony
(Pemerhati Masyarakat Adat dan Founder Ruang Lestari Indonesia)
Infobaru.co.id, Jakarta – Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri bersama dengan Presiden Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam (SI) Hamdan Zoelva menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) kerjasama investasi, bisnis, perdagangan dan pemberdayaan masyarakat.
Kesepakatan Bersama tersebut diteken di Kantor Zoelva and Partners Law Firm daerah Fatmawati, Jakarta Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati SBT menegaskan bahwa potensi sumberdaya alam di Kabupaten SBT sangat besar, meliputi potensi perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, migas dan minerba, pariwisata serta energi baru dan terbarukan.
Bupati Fachri menegaskan bahwa SBT sangat siap untuk menerima investasi dan kegiatan bisnis dari rekan dan mitra pebisnis. Bahkan siap membantu dalam pengurusan perizinan agar investor merasa aman dan nyaman berbisnis di Kabupaten SBT.
Kesepakatan Bersama ini akan ditindaklanjuti oleh Koperasi Syarikat Islam Mandiri, sebuah entitas bisnis dibawah Lembaga Syarikat Islam untuk menjalankan kegiatan-kegiatan investasi, bisnis, perdagangan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten SBT.
Ketua Koperasi Syarikat Islam Mandiri Nunung Suhudiyah mengakui hal itu dan menyebut bahwa potensi ekonomi dan sumberdaya alam di Kabupaten SBT sangat besar untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat. Tim Koperasi Syarikat Islam Mandiri sudah melakukan survei lapang pertama di SBT pada awal Januari 2026 untuk menjajaki peluang bisnis. Pasca MoU ini Tim Koperasi SI Mandiri akan ke SBT lagi di awal Maret 2026.
Penandatanganan MoU ini merupakan rangkaian kunjungan, diskusi dan pembahasan teknis antara kedua belah pihak untuk menjalankan agenda-agenda investasi, bisnis, perdagangan dan pemberdayaan masyarakat.
Di Seram Bagian Timur, kerjasama bisnis akan diarahkan ke pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap yang melibatkan nelayan-nelayan di desa pesisir. Koperasi Syarikat Islam Mandiri akan memfasilitasi nelayan dengan sarana dan prasarana pendukung yang memenuhi syarat-syarat komoditas perikanan tangkap layak ekspor.
Koperasi Syarikat Islam Mandiri telah mengembangkan investasi bisnis dan perdagangan di beberapa wilayah seperti Banten, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Lampung. Di 2026 ini akan membuka peluang bisnis di Maluku, khususnya Kabupaten SBT.
Dalam guyonannya, Presiden Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyatakan bahwa ormas Syarikat IslamI mulai fokus pada misi-misi ekonomi dan perdagangan selain menjalankan misi dakwah. Bahwa sudah saatnya SI kembali ke khittah awal pendirian organisasi yakni memperkuat misi dagang (bisnis) melalui organisasi yang pertama digagas oleh Samanhudi, yakni Sarekat Dagang Islam (SDI), cikal bakal Syarikat Islam. (**)