Editorial

Toisutta: Camat dan Lurah jangan Buat Masyarakat Menunggu Berjam-jam

Posted on

Infobaru.co.id, Ambon – Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta mengingatkan para camat dan lurah dalam menjalankan tugas pelayanan publik, tidak boleh membiarkan warga menunggu terlalu lama.

“Saya ingatkan bapak-ibu bahwa pelayanan kepada publik jangan sampai masyarakat yang mau menerima tanda tangan dalam sebuah surat yang mereka perlukan harus menunggu bapak-ibu berjam-jam, ataupun ada yang harus mengikuti bapak-ibu di rumah,” kata Elly Toisutta dalam apel pagi di balai kota, Senin (5/5/2025).

Peringatan tersebut ia sampaikan berkaitan dengan adanya laporan warga yang kesulitan dalam pengurusan administrasi, sebab camat dan lurah sulit ditemui di kantor kecamatan maupun kelurahan setempat.

Akibatnya, warga harus bersusah payah mendatangi langsung rumah para camat dan lurah, agar bisa mendapatkan tanda tangan untuk surat dan berkas-berkas mereka.

Elly mengatakan, ia dan Wali Kota Bodewin berharap pelayanan publik di Ambon lebih maksimal dalam lima tahun ke depan, tentunya dengan dukungan dan kerja sama para camat dan lurah.

“Ini laporan masyarakat yang sangat-sangat tidak menyenangkan. Bapak-ibu sudah tahu bertugas dari jam sekian sampai istirahat dan jam sekian pulang, sehingga masyarakat mengurus surat-surat mereka tidak menunggu bapak-ibu camat dan lurah berjam-jam,” ucapnya.

Elly menegaskan akan mengawasi para camat dan lurah dalam menjalankan tugas pelayanan publik, dan melakukan sidak pada waktu-waktu tertentu, sebagaimana telah diarahkan oleh Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena.

“Ini tidak boleh lagi terjadi bapak-ibu sekalian. Saya akan melakukan pengawasan terhadap bapak-ibu sekalian di setiap waktu. Nanti akan melakukan sidak sesuai dengan arahan Pak Wali Kota,” tegasnya.

Lebih lanjut, Elly juga mengingatkan para ASN agar tidak semena-mena terhadap para pegawai honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dengan membiarkan mereka bekerja sendiri.

ASN, ucap dia, harus bertenggang rasa dalam bekerja, karena mereka juga digaji dan memperoleh berbagai tunjungan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Banyak ASN yang merasa dirinya ASN membiarkan tenaga-tenaga kontrak dan PPPK bekerja sendiri, lalu seenaknya saja mereka duduk-duduk atau pergi ke mana saja yang mereka suka. Dosa kalau kita tarima gaji tapi tidak seimbang dengan apa yang kita lakukan atau kerjakan,” imbuhnya. (Red)

Most Popular

Copyright © 2020 Infobaru.co.id