Maluku

Dandim Namlea Diduga Miliki Bisnis di Gunung Botak, Dandim: itu tidak Benar

Posted on

Infobaru.co.id, Namlea – Seruan Pangdam XV/Pattimura kepada anggota TNI dan PNS untuk tidak terlibat atau membeking aktifitas tambang ilegal di kawasan gunung botak Kabupaten Buru.

Seruan Pangdam XV Maijen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo sepertinya hanya sebatas simbol, bagaimana tidak secara diam-diam usaha tambang di lokasi gunung botak yang dilakukan oknum TNI kian berjamur.

Hal ini diungkapkan mantan ketua KNPI Abd Rauf Wabula yang juga salah satu aktifis Muhamdiyah. Aktifitas bisnis illegal yang dilakukan oknum TNI sangat menyedihkan.

“Diduga kuat oknim TNI memiliki usaha di area tambang emas Iligal Gunung Botak, yang diduga salah satunya pak Dandim Namlea yang memiliki tong tempat Pengelolaan empas tromol di Desa Dava Kecamata Wailata, Kabupaten Buru,” ungkapnya kepada media inj melalui rilisnya, Minggu (30/3/2025)

Ditegaskan sari hasil penulusuran lapangan, yang di sampaikan salah satu anak kerja tong saat ditemui di lokasi belum lama ini mengungkapkan.

“Awal mulanya tong ini milik Haji Rudi, namun Haji Rudi telah di tahan atas kasus tambang emas Iligal gunung botak, dan disaat itulah Pak Dandim mengambil alih/melanjutkan tong milik haji  Rudi dan di bek sama salah satu Anak buanya yang juga Oknum Anggota TNI Inisial R,” jelasnyanya.

Paling menyedihkan lagi menurutnya penjelasan anak kerja.

“Jika ada yang cari bilang saja Rudiansah, yang di duga kuat beckup tong milik pak Dandim ini,” tegasnya.

Menurut Abd Rauf Wabula, aktifis Muhamdiyah, seharusnya menjadi Atensi kusus dan di tanggapi secara serius Pangdam XV Pattimura.

“Bahwa kondisi di tambang emas Iligal Gunung Botak Kabupaten Buru Saat ini menjadi perhatian khusus, Sebab  Oknum Anggota TNI sebagian Besar diduga kuat memiliki usaha Iligal di tambang emas gunung Botak.

Kondisi tersebut mendesak Pangdam XV agar oknum anggota TNI yang terlibat langsung, seperti Tong, Dompeng, Rendaman dan diduga bandar B3 seperti CN harus di berikan sansi dan pemecatan secara tidak terhomat demi menjaga Nama baik institusi dan sesuai UU yang berlaku.

“Apa jadinya jika tambang Iligal Gunung Botak di kelolah oleh pengusaha yang berstatus oknum anggota TNI. yang dengan dalil bahwa kehadiran mereka ke lokasi tambang emas Iligal adalah peritah untuk memantau dan menjalankan tugas, Namun kenyataan nya dilapangan  sebagian besar Oknum Anggota TNI memiliki tong, dompeng, rendaman, bahkan diduga menjadi bandar CN (B3),” tegasnya.

Menurut Abd Rauf Wabula, sampai saat ini belum ada sansih berat yang diberikan kepada oknum Anggota TNI yang telah melakukan aktifitas di area Tambang Emas Gunung Botak sehingga ini seringkali menjadi opini liar di semua kalangan, bahwa Tambang Emas Gunung Botak kabupaten Buru, di kuasai  anggota TNI, padahal ini perbuatan Oknum Anggota tertentu saja, namun mencedrai institusi yang suci yang di kagumi Masyarakt Indonesia.

Selain itu, ditambahkan, salah satu Anggota TNI yang di duga mencedrai institusi TNI seperti Serda Anas Umasugi, yang memiliki puluhan Dompeng dan Rendaman dan beberapa oknum anggota lainnya.

“Sampai saat ini tidak di kenakan sansi serius, sehingga semua usaha miliknya masih aktif dan lancar, bahkan seringkali berkeliaran di Debowae, unit 18 dan sekitarnya, entah apa yang dilakukan, kalau bukan untuk mengontrol aktifitas Usaha miliknya  di Tambang Emas Iligal Gunung Botak.

Jika ini terus menerus di biarkan, maka ulah oknum Anggota-anggota tertentu akan menjadi ancaman serius dalam konteks, institusi TNI akan kehilangan kepercayaan dan sansih sosial bagi marwah institusi yang suci ini.

Untuk itu harapan Abd Rauf W harus ada afek kongkrit yang di berikan Bapak Kodam XV Pattimura Ambon Dan Bapak Panglima TNI agar menjadi pelajaran bagi oknum anggota lainya demi menjaga nama baik institusi.

“Kami memberikan fukungan Kepada Bapak Jendral TNI Putranto Gatot Sri Handoyo Kodam XV Pattimura dan Bapak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, agar dapat memproses laporan resmi yang nantinya kami berikan, sesuai dengan UU yang Berlaku,” jelasnya.

Terkait hal tersebut saat mengkonfirmasi Dandim Namlea 1506 Nemlea Letkol Inf Muhammad Tamami membantah, apa yang dikatakan itu tidak benar.

“Tidak benar berita itu,” bantahnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/3/2025) sekira pukul 12.49 Wit.

Dandim menembahkan, tudingan yang diungkapkan pekerja di tong kesimpulan mereka sendiri

“Yang anak-Nak yang kerja disitu hanya menyimpulkan sendiri,” tegasnya.

Baginya, tahun 2024 dirinya bersama beberapa anggota patroli dilokasi beberapa tong di kawasan tersebut.

“Memang tahun lalu saya & beberapa anggota pernah Patroli sambil lihat kondisi beberapa tong disitu utk melaksanakan patroli wilayah,” ucapnya.

Dandim menegaskan untuk tidak mengkaitkan kedatangannya di wilayah tersebut.

“Jangan asal mengkaitkan kedatangan saya untuk patroli wilayah dengan ambil alih lahan usahanya Haji Rudi,” tegasnya

Bahkan, lanjut Dandim tidak kenal haji Rudi dan tidak pernah menganbil alih usaha tong milik haji Rudi.

“Logikanya untuk apa saya mengambil alih tong itu ? Saya juga tidak kenal dan tidak pernah bertemu Haji Rudi,” tutupnya. (Tim)

Most Popular

Copyright © 2020 Infobaru.co.id