Politik

Isu Dinasti Ramli Umasugi, AMPG Buru Kecam Pernyataan KNPI Versi Almuhajir

Posted on

Infobaru.co.id, Namlea – Tudingan dinasti politik yang di sampaikan oleh KNPI versi Almuhajir dan beberapa oknum yang di sampaikan dibeberapa media lokal yang di alamatkan kepada Ketua Golkar maluku Ramly Ibrahim umasugi di nilai sebagai penilaian yang keliru.

Sebagai wadah KNPI dalam mengawal agenda pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah mestinya dapat memberikan pencerahan dan edukasi politik yang baik bukan justru KNPI di gunakan untuk membekap kepentingan para politisi.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Buru Taher Fua kepada media ini menepis pernyataan tentang dinasti politik yang di sampaikan oleh abdulah umar dan beberapa oknum dengan mengatasnamakan KNPI.

Menurutnya, bila pemilihan kepala daerah itu di tentukan oleh Ramly dengan menunjukan anaknya langsung akan di tetapkan sebagai Bupati. Itu baru di nilai sebagai sebuah dinasti yang di lakukan.

Pemilihan pilkada serentak tahun 2024 ini kan dipilih langsung oleh rakyat dan rakyat yang akan menentukan pilihan bukan pak RamlI sendiri yang memilih jadi bagaimana itu diartikan sebagai sebuah dinasti.

“Yang anehnya lagi dia tidak menginginkan pak Ramli untuk ambil bagian dalam kontenstasi pilkada, tahun ini dan katanya pak Ramli mematikan regenerasi Kabupaten Buru. Memangnya cuman partai golkar yang ada di kabupaten buru ?. Memangnya keputusan politik semua partai itu tergantung dan terletak pada persetujuan Pak Ramly..?

Ini kan aneh pak Ramli sebagai Ketua DPD Golkar Maluku, maka suda barang tentu bertanggung jawab terhadap kemenangan partai golkar bukan hanya di Kabupaten Buru tapi di seantero 11 kabupaten kota di maluku.

“Jadi bagaimana mungkin dia melarang pak ramly agar tak boleh terlibat dalam perhelatan pilkada buru. Dia bahkan menghimbau agar masyarakat menolak permainan Ramlu memangnya permaian apa yang di buat pak Ramli,” tanya dia.

Semua keputusan politik soal siapa yang bakal di rekomendasikan itu adalah domainnya DPP partai golkar dan sebagai Kader Golkar Gadis Siti Nadia Umasugi juga memiliki hak yang sama dengan kader golkar lainya dalam melakukan lobby untuk mendapatkan rekomendasi jadi saya pikir penìlaian mereka ini salah tempat.

Menurut Taher,  dinamika soal rekomendasi telah berakhir dengan di keluarkannya rekomendasi untuk pasangan Azis Gadis dan itu klear dan sebagai kader partai golkar tentu memiliki tanggung jawab secara organinasi untuk bekerja dengan Partai partai koalisi lainnya untuk memenangkan pasangan Aziz gadis.

“Saya menilai beberapa oknum yang memberikan statemen saat ini yang katanya Pak Ramli telah melakukan dinasti politik ini adalah mereka yang dari awal mendorong kandidatnya agar dapat bertarung dalam pilkada tahun ini namun karna tidak di akomudir sehingga  berbuntut kecewa,” tudingnya.

Tache menyarankan agar dalam pilkada kabupaten dan pilgub maluku sebagai generasi muda maluku mestinya dapat memberikan pencerahan politik yang baik kepada masyarakat.menyampaikan ide dan gagasan kandidat maupun selaku team itu lebih tepat dari pada  menyampaikan narasi narasi yang menunjukan ketidak dewasaan kita dalam pemahaman politik. (Ipu)

Most Popular

Copyright © 2020 Infobaru.co.id