Pendidikan
Mts Ambon Terapkan Pembelajaran Berbasis Digital, ini Harapan Kepsek
Infobaru.co.id, Ambon – Memasuki tahun ajaran baru, Madrasah Tsanawiyah Negeri Ambon menerapkan pembelajaran berbasis digitalisasi.
Hal ini guna mendukung program Kementerian Agama tentang transportasi digital.
“Untuk tahun ajaran baru ini, MTs Ambon akan menetapkan pembelajaran berbasis digital,” ungkap Kepsek Riyadi Kamis Kepada media ini di ruang kerja, Sabtu (13/7/2024).
Baginya, pembelajaran digital di Madrasah merupakan yang pertama kalinya diterapkan dengan memanfaatkan hp dari siswa untuk belajar, guna mewujudkan Madrasah digital.
Menerapkan pembelajaran berbasis digital menuju digitalisasi dengan memfasilitasi dewan guru untuk memberikan pemahaman pembelajaran digital dan mendukung program kita sehingga bisa menuju ke Madrasah digital.
“Alhamdulillah tahun ini kami sudah siapkan beberapa infrastruktur yaitu tujuh TV digital yang sama dengan emoji dengan menggunakan layar sentuh,” jelasnya.
Ditambahkan ruang kelas terdapat TV nantinya dipasang untuk membantu penerapan pembelajaran digitalisasi serta koneksi wifi diseluruh lingkungan Madrasah.
Dirinya berharap kerjasama orang tua murid dan dewan guru dalam rangka penerapan aplikasi yang sebelumnya sudah siapkan satu aplikasi yang menjembatani media pembelajaran online yang dibuat oleh para guru dan direalisasikan untuk HP siswa.
Yadi berharap kegiatan pembelajaran serta pelayanan digitalisasi Madrasah ini dapat terus dikembangkan agar Madarasa ini tidak kalah dengan Madrasah di daerah-daerah lain.
“Untuk bisa menjadi Madrasah digital yaitu menyiapkan sarana, seperti sarana multimedia, jaringan minimal 400 Mbps per Madrasah, alat transformasi digital bagi siswa, dan SDM harus siap,” harapnya.
Sarana SDM sangat mempengaruhi implementasi Madrasah digita. Untuk mencakup digitalisasi semuanya mulai dari pelayanan digital, perpustakaan digital, laboratorium digital, dan pembelajaran digital sampai pada pengelolaan kantin digital. Semua ini bisa dilakukan dengan upaya kerja keras dan semangat untuk mengubah Madrasah,” ujarnya.
Lebih jauh Yadi mengungkapkan, semua guru dapat menikmati fasilitas-fasilitas yang dikemas dalam sejumlah fitur website. Bahkan, guru dapat mengakses aplikasi-aplikasi tanpa menggunakan kuota internet.
Selain itu, learning management system yang ada di dalam website sekolahnya memberikan kemudahan para guru di dalam maupun di luar kelas.
“Para guru dapat mengakses aplikasi yang ada di dalam platform yang dimiliki sekolah dengan tanpa kuota. Kawan-kawan guru dapat mengaksesnya di dalam kelas, maupun di luar kelas. Sebagai contoh, guru mata pelajaran dapat membuat rencana penilaian dan administrasi pembelajaran di lapangan,” imbuhnya
Disampaikan, dengan menerapkan aplikasi berbasi digital, maka bukan hanya guru yang dapat menggunakannya, namun siswa juga dapat mengaksesnya, sehingga mereka bisa melihat capaian prestasi selama mengikuti proses pembelajaran. Termasuk orang tua siswa dapat memantau capaian anaknya, dan kegiatan serta program yang dilaksanakan sekolah. (Ipu)