Pendidikan

Kakankemenag Ambon Tutup Pesantren Kilat di Mts Negeri Ambon, ini Pesan Hassanussi

Posted on

Infobaru.co.id, Ambon – Pesantren Kilat Ramadhan Madrasah Negeri Ambon resmi ditutup. Kegiatan penutupan berlangsung secara khidmat pada Selasa, 2 April 2024 di halamam Mts Negeri Ambon.

Kegiatan ini ditutup langsung oleh Kepala Kantor Agama Kota Ambon Fachrurrazy Hassannussi, Kegiatan diawali dengan kegiatan dialog interaktif.

Dalam ceramahnya Hassanussi mengingatkan sifat toladan yang dialami Nabi Muhammad SAW harus Ambil teladan dari segala peristiwa yang dialamainya

“Memasuki hari ketujuh pesantren ramadhan 1445 H, selain belajar, diberikan pembekalan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan keagamaan, salah satunya mengambil hikmah dari perjalanan nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilakukan Mts Negeri Ambon tidak lain berupaya untuk memberikan, menyiapkan generasi muda islam khusus Mts Ambon, hak yang diberikan di dalam kelas maupun luar kelas,

Bukan saja ilmu pengetahuan yang sudah ditetepkan kurikulum yang sudah di patenkan pemerintah, namun juga disiapkan kegiatan tambahan untuk menunjang budi pekerti siswa.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut Kepala Mts Negeri Ambon menyampaikan kegiatan ini sangat berkesan, tentunya dengan kegiatan wawasan keislaman dan tindakan moderasi beragama semakin digaungkan dan dipraktikan.

“Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung lancar, dan minim hambatan. Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan in dengan baik. Harapannya dengan kegiatan ini wawasan mengenai moderasi beragama di lingkungan madrasah lebih ditingkatkan,” ungkap Riyadi Kamis.

Dijelaskan, selama kegiatan tujuh hari ada beberapa kegiatan yang dilakukan materi tentang Nujul Qur’an, Taarif Al Qur’an surat Al Bakarah ayat 183 -187 dan keutamaan sholat dan Al Quran,  tadarus 30 jus, esbriking.

“Acara penutupan sekaligus buka bersama di rangkaikan dengan kegiatan antaranya Qultum bahasa araf, bahasa indonesia, tafis Al Qur’an, storycelling, pembagian paket sembako kepada guru honor, klening serfis, serta siswa yang kurang mampu,” jelasnya.

Baginya, penutupan pesantren selama tujuh hari dilakukan beberapa pemateri baik dari intetnal maupun eksternal sekolah, ada gems, vidio inspiratif yang diputarkan untuk di telaah.

“Harapnnya siswa terbangun sebuah karektet yang baik seperti salah satu kegiatan berbagi sembaku pengumpulan, nilai dari kebiasaan membantu orang tertanam dalam diri masing-masing siswa, selain itu karakter yang baik yabg telah terbangun bukan saja dilihat dari masa dekat, namun jauh mengarumi kehidupan yang labih baik,” ujarnya. (Ipu)

Most Popular

Copyright © 2020 Infobaru.co.id