Ambonia
Kios Siluman di Pasar Ole-Ole Menembus Angka Rp 30 juta
Ambon – Pemerintah kota Ambon hingga kini belum membayar uang kios pasar yang di bangun pihak pengembang di pasar ole-ole.
Sebanyak 129 buah kios yang di bangun 2019 kemarin masih meninggalkan misteri, serah terima kios dari pengembang kepada pemerintah Kota Ambon juga belum dilakukan.
Sementara nomor kios sudah di kantongi para pedagang kaki lima, namun tidak ada satupun PKL yang mendatangi pasar tersebut, mereka masih tumpah ruah di sepanjang jalan Pasar Mardika.
Karena lama tidak di tempati sudah mulai tumbuh kios-kios siluman yang di bangun para oknum pebisnis pasar untuk kepentingan pribadi. Sementara lokasi tersebut pemerintah kota Ambon melalui Dinas perindustrian dan perdagangan melarang adanya kios baru.
Kios siluman itu di bangun atas ijin dari mantan Kadis Disperindag Kota Ambon Pieter Lewoul. Dengan belas kasihan kepada oknum pebisnis itu, kemudian dimanfaatkan untuk kemudian di jual kembali kepada orang lain dengan harga Rp 30 juta.
“Itu betul dorang datang mintah untuk bikin semacam kios kecil untuk jual sarimii telur saja dorang datang kekantor karena dorang bilang katong anak daerah katong jua mau ingin hidup lai Bt jua seng sampai hati, lalu Beta dengan Pak Yanes turun katong kasi tempat,” ungkap pak pit melalui WA.
Baginya tempat yang di ijinkan itu hanya sementara, dan bikin apa adanya saja, karena nanti akan di bongkar.
“Saya bilang ini hanya sementara saja bikin apa adanya saja karena nanti akan dibongkar dorang setuju,” singkatnya.
Pebisnis nakal ini kemudian membangun kios yang begitu besarnya, untuk kemudian di jual kepada baroka untuk membuka rumah makan dengan harga Rp 30 juta.
“Beta jua seng tau ada rencana lain dari mereka Beta sendiri kaget kok dibangun seperti itu jadi kalau koordinasi dengan Pol PP untuk bongkar saja,” tegasnya.
Ijin yang diberikan kadis karena membantu orang yang susah, pajak mereka ada pebisnis kios pasar yang selama ini menjamur di pasar mardika.
“Beta tidak kasih dalam bentuk surat ijin cuma hanya membantu saja karena mereka bilang dong susa dong jua mau cari hidup itu, kalau masalah jual kesapa beta tidak tau,” ujarnya. (Ipu)