Infobaru.co.id, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melaksanakan pelatihan pendataan digitalisasi bantuan sosial (Bansos) kepada 650 agen, yang diantaranya beranggotakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkup kerjanya.
“Hari ini kita melakukan pelatihan kepada agen-agen yang akan melaksankan tanggung jawab mendata penerima bantuan sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Ruang Rapat Vlissingen Balai Kota Ambon, Selasa (12/5/2026).
Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksankan selama dua hari, dimana pada hari pertama, Senin (11/5/26) dilaksanakan bimbingan teknis diikuti dengan proses simulasi pada hari ini.
Wali Kota menegaskan, dengan adanya 650 agen yang telah dilatih ini tentunya dapat meminimalisir kesalahan pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran.
Mengingat, selama ini banyak keluhan dari warga masyarakat terkait pemberian bantuan sosial yang tidak merata dan tepat sasaran.
“Persoalan bansos selama ini adalah penerima yang tidak tepat, sementara yang kita inginkan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terintegrasi dengan data kependudukan. Tadi sudah simulasi, saya sudah lihat bahwa susah untuk ditukar,” tandasnya.
Dirinya berharap, kegiatan yang telah dilaksankan selama dua hari ini tentunya dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang baik. Dengan tujuan agar pelaksanaan dilapangan dapat sesuai dengan ketentuan, serta berujung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap dari kerja ini pada waktunya kita memiliki data yang valid tentang penerima bansos dan bantuan sosial maupun bantuan-bantuan yang lain itu tepat sasaran,” harap Wali Kota.
Terpisah, Plt. Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Cahyono Tri Birowo, menegaskan, dengan adanya program ini maka pendekatan bantuan sosial tidak lagi dilakukan berdasarkan program tapi kebutuhan per – orang.
Untuk itu, salah satu strategi untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial kepada penerima bantuan adalah dengan pemanfaatan data lintas sektoral.
“Salah satu strategi transformasi digital dengan pemanfaatan data lintas sektoral, bayangkan per warga memiliki karakteristik data secara khas, misalnya pengunaan listrik, pendapatan yang diperoleh, tingkat kesehatan dan sebagainya. Kalau semua data diperoleh dengan menggunakan sistem terotomasi, kita dapat menentukan karakteristik khas kepada setiap warga yang mendapatkan bantuan,” bebernya.
Plt Deputi berharap dengan adanya pelatihan ini akan dapat meningkatkan kualitas kinerja para agen, dengan memanfaatkan apikasi portal parlinsos, yang memanfaatkan data publik infratsuktur, pemanfaatkan identitas digital, pertukaran data secara digital, dan pembayaran digital, sehingga menjadi nilai tambah bagi petugas dapat memiliki data yang lebih tepat. (Red)


