Daerah - 10 Mei 2024

Kapolres Buru Berhasil Damaikan Persoalan Hak Ulayat di Buru

Infobaru.co.id, Buru – AKBP Sulastri Sukidjang Kapolres Buru memfasilitasi dan mediasi hak ulayat antara petuanan Leisela Desa Bara Kecamatan Airbuaya Kabupaten Buru dan Soa Gibrihi.

Pertemuan kedua kubu yang bermasalah dilakukan di Aula Endra Dharmalaksana, Jumat (10/5/2024)

Dalam pertemuan tersebut Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang menyampaikan bahwa  maksud dan tujuan pertemuan untuk mediasi kedua belah pihak yang bermasalah.

“Saya mengundang bapak-bapak disini adalah untuk memfasilitasi dan memediasi tentang permasalahan yang ada, baik di Desa Bara maupun di Fena Leisela, dimana salah satu perusahan yang hadir disana yakni PT. Inagro terkait dengan hak-hak Ulayat sehingga hari ini saya menghadirkan semua pihak untuk bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang terjadi,” ungkapnya.

Sulastri berharap, permasalahan ini dapat selesaikan dengan kepala dingin sehingga permasalahan sekecil apapun dapat terselesaikan dengan baik.

“Saya berharap persoalan ini diselesaikan dengan baik dan benar,” ucapnya.

Sementara itu, Raja Leisela Asis Hentihu mengucapakan terimakasi dan mengapresiasi kepemimpinan Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang yang mana hari inu telah memanggil semua pihak terkait permasalahan yang terjadi untuk bersama – sama melakukan mediasi hak Ulayat di Polres Buru.

“Bahwa kegiatan ini belum pernah kita para Jou disatukan dalam situasi ini, yang mana esensi soal hak kedaulatan dan kepemilikan dalam wilayah petuanan itu dipandang perlu, entitas adat di Pulau ini sebagai sebuah atau suatu kesatuan dan mari kita cari solusinya untuk menyelesaikan masalah ini,” bebernya.

Dari hasil mediasi hak ulayat antara Petuanan Leisela Desa Bara dan Soa Gribihi yang di prakasi oleh Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang mencapai kesempatan.

Antara Desa Bara dan Soa Gibrihi Petuanan Leisela, bahwa masyarakat Desa Bara mengakui Desa Bara masuk Wilayah Adat Petuanan Leisela.

“Kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai dan tunduk patuh serta taat kepada Raja Leisela, Persoalan dengan batas Soa Gibrihi dan Desa Bara akan dibicarakan kembali yang dipimpin oleh Raja Leisela.

Kerugian material dari masyarakat desa Bara atau desa yang lain atas tanaman yang di gusur oleh PT. Inagro Cipta Nusantara segera diselesaikan.

Kedua belah pihak mendukung kepada PT. Inagro Cipta Nusantara untuk tetap beroperasi dan tidak ada yang menghambat.

Bilamana terjadi tindak pidana dari masyarakat setempat diserahkan kepada pihak kepolisian.

Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga situasi kamtibmas di wilayah petuanan Leisela dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesepakatan hari ini.

Terhadap pihak BPN (Badan Pertahanan Nasional) Kabupaten Buru segara melaksanakan pengembalian batas tanah sesuai dengan sertifikat.

Turut hadir dalam  Mediasi Hak Ulayat Antara Petuanan Leisela Desa Bara Kecamatan Airbuaya Kab. Buru dan Soa Gibrihi, Waka Polres Buru Kompol H. Akmil Djapa, Kabag Ops Kompol Uspril W. FutwembunN, Kasat Reskrim Polres Buru IPTU Bambang Sundawa, Kasat Intelkam Polres Buru IPTU Deddy.

Direktur Utama PT. Inagro M. Dedi Rahadian, Kepala Kantor Pertanahan Kab. Buru Erik Helaha, Raja Tagalisa Hekmat Warhangan, Raja Lilialy Sudirman Bessy, Raja Leisela Asis Hentihu, Raja Kaieli Fandi Wael.

Pj. Kepala Desa Bara Hamisi Umasugi, Sekdes Desa Bara Jabar Tabona, Kepala BPD Desa Bara Rusli Soamole,Tokoh masyarakat Desa Bara Para kepala Soa di Se-kecamatan Leisela. (Ipu)

To Top