Daerah - 13 Agustus 2026

Kelompok Tani Gapoktan Desa Sapalewa Kembangkan Kopi Tuni Robusta di Kabupaten SBB

Infobaru.co.id, Taniwel – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dibawah nahkoda Asri Arman kini menerapkan program kerja yang menjadi visi misi untuk Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam itu.

Sesuai visi-misi Agro-Marin (pertanian dan perikanan) untuk mengembangkan Kabupaten julukan Saka Mese Nusa, di tangan politis kawakan ini perlahan mengembangkan Kopi Tuni Robusta yang merupakan kopi indemik Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Langkah besar pengembangan sektor pertanian lokal melalui pencanangan penanaman Kopi Tuni Robusta pada 16 Desember 2025 lalu.

Langkah strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati SBB ini menyasar penyediaan lahan seluas 250 hektar yang tersebar di seluruh desa di wilayah Kecamatan Taniwel.

Tidak tangung-tanggung sebanyak 36.000 anakan bibit Kopi Tuni sudah disalurkan kepada kelompok tani setempat. Kopi Tuni Robusta sendiri merupakan varietas lokal endemik khas Taniwel yang memiliki keunggulan citarasa serta nilai historis tinggi bagi masyarakat Seram Bagian Barat.

Penyelenggaraan program ini dijalankan dengan efisiensi anggaran yang sangat ketat guna memastikan setiap bantuan tepat sasaran.

Program ini merupakan perwujudan nyata dari Visi-Misi Agro-Marin daerah yang berfokus pada optimalisasi potensi pertanian dan perikanan sebagai pilar utama perekonomian masyarakat SBB.

Program Agro-Main disambut baik Kelompok Tani Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sapalewa Kecamatan Taniwel Raya. Hal ini ditegaskan Ketua Kelompok Tani Gapoktan Karel Seay kepada media yang di dampingi Sekertaris, Youngky Nauwe, dan Wakil Ketua Barce Touwe Desa Sapalewa Kecamatan Taniwel Raya Kabupaten SBB.

“Kopi lokal endemik dari Taniwel, Seram Bagian Barat sebagai identitas dan komoditas unggulan berdaya saing nasional adalah langkah strategis yang dilakukan Bupati Seram Bagian Barat sangat potensial,” ungkapnya, Rabu (12/8/2026).

Dijelaslam, karakteristik geografis Tanah Seram serta kekhasan cita rasa lokal (terroir) memberikan keunggulan komparatif yang tidak dimiliki daerah lain.

​Guna mewujudkan gagasan tersebut secara terstruktur dan berkelanjutan, terdapat empat pilar utama yang perlu dikembangkan di Kabupaten Saka Mese Nusa itu.

1. Penguatan legalitas dan identitas produk yakni mendaftarkan Kopi Tuni Robusta ke Kemenkumham guna melindungi keaslian asal-usul produk, menjaga standar kualitas, dan memberikan nilai tambah di pasar nasional.

2. Standardisasi Hilu ke Hilir yakni mengedukasi dan mendampingi petani lokal dalam menerapkan teknik petik merah serta proses pengolahan pascapanen yang konsisten.

3. Strategis pemasaran dan penetrasi pasar yakni mengenalkan Kopi Tuni ke roastery nasional, serta pameran komoditas nasional (seperti Trade Expo Indonesia atau festival kopi tahunan). selain itu kami juga akan membuka jaringan pasokan ke kedai-kedai kopi lokal di Maluku maupun kota-kota besar nasional, sekaligus memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk pemasaran digital.
4. Dukungan kebijakan dari pemerintah daerah yakni mendorong pemerintah daerah Kabuoaten Seram Bagian Barat untuk menjadikan Kopi Tuni sebagai salah satu cenderamata/oleh-oleh resmi daerah, sajian utama pada acara-acara protokoler, serta bagian dari agenda pariwisata di dinas pariwisakan Kabupaten Seram Bagian Barat. (Red)

To Top