Infobaru.co.id. Ambon – Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan warga Wailela menggelar bersih-bersih sampah di pesisir pantai Wailela, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (18/5/2024) petang.
Bodewin sempat mengeluhkan minimnya truk sampah yang menjadi pemicu sampah sempat terparkir dan menggunung berhari-hari di Kota Ambon.
“Upaya kita untuk mengelola sampah di Kota Ambon ini masih terhalang atau terhambat karena kekurangan armada pengangkut sampah,”ujarnya saat memungut sampah bersama warga di pesisir pantai Wailela, Desa Rumah Tiga, Ambon.
Ia bilang truk sampah yang masih terbilang minim sehingga menjadi keterlambatan untuk mengelola sampah di kota bertajuk Manise tersebut. Ia mengatakan Pemkot Ambon masih membutuhkan sekitar 50 truk sampah. Puluhan truk tersebut diperuntukan untuk mengangkut sekitar 250 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.
Meski begitu, Pemkot Ambon saat ini memiliki 33 truk sampah namun diklaim tak bisa mampu mengatasi sampah yang buang warga yang jumlahnya pun mencapai ratusan ton per hari. Ini, sambung dia menjadi salah satu pemicu sehingga sampah sempat terparkir dan menggunung berhari-hari disejumlah titik di Kota Ambon.
“Sampah yang dihasilkan per hari 250 ton, paling tidak kita butuh 50 truk pengangkut sampah. Hari ini, kondisi nyatanya bahwa kita baru memiliki 33 truk, masih kurang 17 truk, dan itulah membuat pengangkutan sampah di kota ini menjadi sedikit terkendala,”ucapnya.
Ia berharap ada penambahan 17 truk sampah lagi sehingga target 50 truk bisa tercapai dan bisa menyingkirkan semua sampah yang terparkir berhari-hari ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Puncak Toisapu, Desa Passo, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku.
Sekwan DPRD Provinsi Maluku itu lantas menyerahkan bantuan satu unit mobil tossa pengangkut sampah yang disumbangkan dari PT Bank BTN kepada warga yang mendiami pesisir pantai Wailela, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Nantinya tossa tersebut akang mengangkut sampah dari lorong dan gang sempit di permukiman warga sehingga warga tidak lagi membuang sampah ke laut sehingga mencemari perairan teluk Ambon.
Nantinya, tossa ini menjadi armada penunjang yang akan beroperasi mulai pukul 10:00 WIT hingga pukul 05:00 WIT pagi untuk mengangkut sampah rumah tangga dari lorong dan gang sempat di permukiman warga yang tidak bisa dijangkau oleh truk sampah untuk dibawa langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA) di kawasan Puncak Toisapu.
Tossa ini juga diperuntukan untuk mengatasi sampah agar tidak terparkir lama dan merusak pemandangan program Ambon bersih disiang hari dan terang dimalam hari. Ia pun optimis masalah sampah akibat terbatas armada akan terpenuhi sehingga kondisi sampah akan perlahan teratasi.
“Kita optimis bahwa pada saatnya bisa dipenuhi dan masalah sampah di kota Ambon akan perlahan teratasi,” tuturnya.
Bakal calon Walikota Kota Ambon ini mengklaim sejauh ini Pemkot Ambon punya sebuah pabrik pengolahan sampah yang dikelola sampah menjadi bahan setengah jadi. Tak hanya itu, Pemkot Ambon juga tengah menjajaki kerjasama dengan pihak lain untuk mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos untuk disuplay kepada peranan di Kota ambon.
Untuk itu, ia meminta warga yang mendiami pesisir pantai untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak mencemari perairan teluk Ambon juga mendukung Pemkot Ambon yang bersih disiang hari dan terang di malam hari.
Sementara warga Junaidi mengucapkan terima kasih terkait bantuan satu unit mobil tossa pengangkut sampah. Ia menuturkan dengan bantuan tossa warga tidak lagi berjalan kaki lebih jauh untuk membuang sampah di tempat sampah. Apalagi, kata dia Pemkot Ambon telah menurunkan peraturan daerah (Perda) terkait membuang sampah yang diberlakukan sekitar pukul 10 malam hingga 5 pagi.
“Sangat terbantu sekali masalah sampah di kampung kita ini dengan pak Wali memberikan kita satu Tissa ini mudah-mudahan masalah sampah di kota punya wilayah ini bisa teratasi,” pungkasnya. (Ipu)


