Infobaru.co.id, Ambon – Danlantamal IX Ambon Brigjen TNI (Mar) Suwandi menerima kunjungan rombongan Eksekutve General Manajer (EGM) SKK Migas – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) klustur Maluku bertempat di Lobby Mako Lantamal IX.Kamis(20/3/2025)
Courtesy Call (CC) atau kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi dan salah satu upaya membangun dan memperkuat sinergitas antara Lantamal IX dengan SKK Migas.
Sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan SKK Migas untuk mendukung keamanan nasional.
Pada kesempatan tersebut Danlantamal IX juga mengenalkan PJU dan Kasatker Lantamal IX yang turut mendamping Danlantamal IX menerima kunjungan rombongan tersebut.
Isfahani selaku Executive General Manager Regional Maluku dan Papua sangat berterima kasih kepada Danlantamal IX dan jajaran karena telah menyambut tim dari SKK Migas.
Danlantamal IX menyampaikan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal IX siap mendukung SKK Migas dalam melaksanakan tugasnya.
Sinergitas antara Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) dan General Manager (GM) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan industri migas di wilayah perairan Indonesia.
Sinergi antara TNI AL dan SKK Migas bertujuan untuk memperkuat keamanan instalasi dan kegiatan industri migas di laut, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Peran TNI AL memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia, termasuk wilayah di mana kegiatan industri migas berlangsung.
Dalam sinergitas ini, TNI AL bertugas untuk melakukan patroli, pengawasan, dan penegakan hukum di laut, serta memberikan dukungan keamanan kepada kegiatan industri migas.
Sementara peran SKK Migas bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha hulu migas di Indonesia, termasuk kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan produksi.
Dalam sinergitas ini, SKK Migas bertugas untuk memberikan informasi dan dukungan kepada TNI AL terkait dengan kegiatan industri migas, serta memastikan bahwa kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (Red)


