Infobaru.co.id, Ambon – Pecatur Pemprov Percasi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil memenangkan kualifikasi Pra PON XXI Zona Timur untuk perorangan dan beregu.
Untuk perorangan Grandmaster Ramlin dari pecatur NTB berhasil keluar sebagai pemenang pertama, diikuti Hanny Marantek dari Papua Barat, sementara Amri Ali Pemprov Maluku pada urutan ke tiga dan disusul Deny Abi dari Nusa Tenggara Timur.
Untuk wilayah zona timur perorangan perwakilan Pecatur Pemprov NTB, Ramlin berhasil mendapatkan tiket ke PON ke XXI yang akan dilakukan di Aceh.
Sementara untuk beregu juga dimenangkan Pemprov Percasi Nusa Tenggara Barat disusul Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Nusa tenggara timur dan Papua barat akan melakukan Playy Off di Bandung.
Sementara Pecatur Pemprov Maluku perorangan Amrin Ali mendapat juara tiga akan mengikuti Playy Off di Bandung.
Untuk tim Pra PON beregu Pemprov NTB terdiri dari Miftahulrrahman, Muslim, Gerry Christianto, Muamar Khadafi berhasil meraih tiket PON XXI di Aceh.
Ketua Pemprov Percasi Maluku, Edwin Adrian Huwae mengatakan, penyelenggaraan babak kualifikasi yang dilaksanakan kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku.
Tak cuma itu, dukungan dari KONI Maluku juga tidak ada. Padahal, KONI merupakan satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan, serta mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestasi setiap anggotanya.
“Di acara pembukaan itu yang hadir ada juga dari pemerintah daerah tapi hanya setir muka. Tapi dukungan sampai hari ini termasuk KONI Maluku untuk atlit kita, sama sekali tidak ada,” ungkap Edwin dalam penutupan Pra PON di Hotel Amboina, Sabtu (5/8/2023).
Kata Edwin, meski tanpa dukungan dari pemda dan KONI Maluku sebagai lembaga otoritas keolahragaan, namun event reguler berskala nasional itu dapat berjalan lancar dan terselesaikan secara baik.
“Yang paling penting Pengprov Percasi Maluku mampu menyelenggarakan babak kualifikasi ini berjalan dengan sangat baik, walaupun tanpa dukungan dari pemda dan KONI,” ujarnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman panitia beserta pengurus yang telah bekerja keras memberikan yang terbaik agar event ini bisa terselesaikan dengan sangat baik,” tambah Edwin.
Soal dukungan KONI Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku itu kembali menegaskan, seluruh pengurus harus dievaluasi. Karena anggaran yang dikelola itu milik negara yang dikucurkan untuk kepentingan olahraga bukan milik pribadi.
“Itu bukan uang pribadi, jangan ditahan-tahan untuk kepentingan atlit. Sampai hari ini, dana pembinaan untuk atlit catur sama sekali belum dikasih satu rupiah pun, itu yang kami sesalkan,” pungkas Edwin. (Ipu)


