Infobaru.co.id, Ambon – Wakil Ketua I DPD Nono Sampono memberikan kuliah umum di Universitas Darussalam Ambon dengan mengangkat tema “Interaksi percepatan pembagunan wilayah kepulauan”.
Kepala ratusan mahasiswa Darussalam Ambon di Aula pertemuan
disambut Wakil Rektor 1 Darussalam Ambon, Zailani Lamasidona
bersama sejumlah dekan dan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum di ruang aula pertemuan Unidar Ambon, Jumat (4/11/2022).
Dalam paparannya, Nono yang biasa di sapa mengatakan Maluku saat ini menjadi primadona untuk masyarakat Indonesia maupun dunia, hal ini dengan adanya blok masella
“Saya berharap dengan adanya potensi yang ada di Maluku ini menjadi spirit untuk kemajuan daerah dalam hal kesejahteraan masyarakat setempat,” ucap Nono Sampono.
Ditambahkan, untuk membangun maluku harus mempunyai strategi sebagai provinsi kepulauan agar ekonomi tumbuh di kawasan pesisir pantai di provinsi kepulauan ini.
“Maluku yang direncanakan sebagai provinsi kepulauan, namun kini masih tersendat di pemerintah pusat, akan tetapi kami tetap memperjuangkan Rancangan Undang-Undang kepulauan yang masih tersendat itu,” katanya.
Selain itu, Maluku sebagai daerah kepulauan, pihaknya melihat supaya terus didorong terutama oleh kampus dengan melihat potensi kelautannya, menjadi ikon untuk memberikan kesejahteraan untuk masyarakat.
“Terkait dengan adanya Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan, saat ini DPD RI sedang berjuang untuk bisa meloloskannya,” ujar Nono Sampono.
Kuliah umum DPD RI ini diharapkan dapat membuka peluang diskusi tentang akselerasi pembangunan kelautan dan kepulauan dalam melahirkan kebijakan-kebijakan strategis.
“Peran perguruan tinggi dan para peneliti yang ada didalamnya menjadi bagian penting dalam sektor kelautan dan kepulauan di tingkat daerah, regional, nasional maupun internasional,” tegasnya.
Oleh karena itu, Sampono berharap para dosen dan mahasiswa dapat meningkatkan profesionalisme dalam penguasaan, pengembangan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi, serta mendarmabaktikan karya ilmiahnya untuk kepentingan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pembangunan sektor kelautan dan kepulauan dengan berbagai permasalahan didalamnya tidak akan dapat dilakukan secara utuh dan menyeluruh oleh instansi pemerintah saja. Melalui keterlibatan kampus, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan kelautan dan kepulauan secara kolaboratif.
“Keberadaan Unidar saya harapkan peran dan kiprahnya untuk menemukan solusi dan mengakselarasi pembangunan kelautan dan kepulauan, oleh itu bangsa mau maju tergantung dari mahasiswa tanggung jawab sangat besar terhadap negara,” ujarnya. (Ipu)


