INFOBARU – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan, dampak dari mewabahnya Covid-19 telah menyebabkan kurang lebih 7.000 kepala keluarga di Ambon kini menjadi keluarga miskin baru.
Richard mengatakan, warga Kota Ambon yang terdampak langsung akibat Covid-19 itu merupakan pekerja harian seperti buruh, tukang ojek, sopir angkot, tukang becak, pedagang asongan dan pekerja serabutan lainnya.
“Kami sudah inventarisir semuanya ada sekitar 6.500 sampai 7.000 itu data sementara, karena desa lain belum kami terima datanya,” kata Richard, kepada wartawan, di Kantor Wali Kota Ambon, Jumat (17/4/2020).
Pemerintah Kota Ambon akan menyiapkan jaring pengaman sosial untuk menangani ribuan keluarga yang terdampak langsung virus tersebut. Langkah yang akan diambil pemerintah Kota Ambon yakni dengan menyediakan kebutuhan sembako kepada ribuan warga yang terdampak langsung Covid-19.
“Jadi, untuk yang terdampak ini kami akan berikan sembako kepada mereka selama 3 sampai 4 bulan ke depan. Jadi, tergantung perkembangan,” kata dia.
Richard mengatakan, 7.000 keluarga yang akan mendapatkan jatah sembako ini di luar keluarga miskin yang terdata sebagai peserta keluarga harapan, penerima bantuan tunai dan penerima kartu sembako dari pemerintah Kota Ambon.
“Jadi, 7.000 keluarga ini merupakan keluarga miskin baru, mereka ini di luar peserta PKH, penerima kartu sembako dan penerima bantuan tunai yang datanya langsung dari kemensos,” ujar dia.
Adapun anggaran untuk jaring sosial penanganan Covid-19 di Kota Ambon ini bersumber dari anggaran pemerintah Kota Ambon dan anggaran alokasi dana desa.
“Kami bisa menghemat dari dana desa sebesar Rp 12 miliar dan itu akan digabungkan dengan anggaran dari Pemkot untuk kebutuhan sembako kepada warga terdampak selama 4 bulan ke depan,” ungkap dia.
Adapun untuk pembagian sembako kepada ribuan keluarga miskin baru di Ambon ini rencananya akan segera dimulai pada Kamis (20/4/2020) pekan depan. Meski begitu, dia tidak menjelaskan secara detail teknis pembagian sembako yang akan dibagikan itu seperti apa. “Datanya sudah ada dan Senin besok sudah mulai dilakukan,” kata dia.(IB/3)
