Daerah - 12 Februari 2024

Personil Polres Aru Amankan Kota Suara Saat Kapal Kandas di Perairan Aru

Infobaru.co.id, Aru – Anggota Polres Aru dalam mengamankan logistik pemilu 2024 patut di apresiasi dalam pengawalannya, hal ini tidak terlepas dari dukungan dan perintah Kepolres Aru AKBP. Dwi Bahctiar Rivai.

Seperti yang dilakukan anggota Polres Aru menjaga logistik pemilu saat kapal KM Kisman 01 pengangkut logistik Aru Selatan terkandas di perairan Aru, Sabtu (10/2/2024).

“Hari Sabtu 10 Februari 2024, Kapal pengangkut Logistik Aru Selatan Timur keluar dri pelabuhan Dobo pukul. 07.00 wit, setibnya di perairan Aru Tengah ke sekitar 17.15 Wit,  Kapal pengangkut Logistik Aru Selatan Timur mengalami kendala pada bagian kemudi sehinga kapal pengangkut Logistik tujuan Aru Tengah Selatan saat melawati perairan tersebut ikut berambangan bersama dengan pengangkut logistik tujuan Aru Selatan  Timur,” ungkap Kapolres kepada wartawan melalui rilisnya yang diterima media ini, Senin (13/2/2024).

Kapolres menambahkan, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sekitar pukul 18.30 Wit, kedua kapal hendak berbelok ke masing-masing Kecamatan yang dituju di depan pulau plus (sebutan orng Aru) terkandas.

“Sekitar pukul 18.48 wit kapal pengangkut logistik yang tujuan Aru Tengah Selatan terkandas, dan meminta bantuan Kapal pengangkut Logistik Aru Selatan Timur, akan tetapi kurang lebih pukul 18.50 wit  (2 menit) setelh terkandasnya kapal pengangkut logistik Aru Tengah Selatan, Kapal penggangkut Logistik Aru Selatan Timur juga mengalami hal yang sama, sehingga bermalam di tengah perairan sampai dengan pukul. 01.00 Wit (tanggal 10 Februari 2024 ) kapal penggkut logistik tujuan Aru Selatan Timur dapat kembali beroperasi sampai ke Kec. Aru Selatan Timur pukul 7.00 wit,” bebernya.

Dijelaskan perjalanan yang di tempuh dari Kota Dobo sampai di Kecamatan Aru Tengah (Benjina) memakan waktu kurang lebih 2 jam tiba di Benjina sekitar pukul 11.00 WIT.

KM. Kasmia 01 mengalami ganguan pada filter mesin yang harus di perbaiki, lama perbaikan memakan waktu kurang lebih 2 jam lamanya setelah itu mesin kembali normal dan melanjutakan perjalanan.

Akibat cuaca sangat extrim akhirnya keputusan bersama perjalanan yg di tempuh melewati sungai Barakai untuk terhindar dari gelombang, namun medan dalam sungai terlalu beresiko di sebabkan pasang surut air dalam sungai tidak bisa di prediksi sehingga mudah untuk kandas dalam sungai tersebut. (Ipu)

To Top