Infobaru.co.id, Ambon – Langkah antisipasi dari Kodim 1504/Ambon dalam mengamankan perayaan Idul Fitri 2026 Wilayah hukum Kodim 1504.
Langkah ini disiapkan Dandim 1504/Ambon Letkol Inf Hari Sandra merupakan prosedur standar dimanana dibutuhkan personil TNI.
“Mengingat dinamika sosial dan mobilitas masyarakat di Pulau Ambon yang melonjak di wilayah Maluku saat masa Lebaran,” jelasnya kepada media usai Apel gabungan di Lapangan Apel Polresta Ambon, Kamis kemarin.
Baginya, keterlibatan TNI (khususnya jajaran Kodim Ambon) dalam pengamanan tersebut tergantung pemerintah provinsi Maluku maupun Pemkot Ambon membutuhkan berapa personil.
“TNI tidak bekerja sendiri. Personel Kodim Ambon biasanya tergabung dalam operasi bersama Polresta Ambon dan unsur Pemerintah Kota (Dishub, Satpol PP), jelasnya.
Dijelaskan, Pos gabungan telah menyiapkan pengamanan 992 personil yang terlibat Operasi Ketupat 305 Personil, Personil PAM Sohlat IED 268 Personil, Personil Malam Takbiran 419 Personil, Pos Pengamanan 19 Pos, Pos Pelayanan 2 Pos, Pos Terpadu 2 Pos, dan Pos Pengalihan Arus 11 Pos.
“Setiap pos pengamanan, kami menempatkan personil TNI guna menciptakan operasi ketupat Salawaku 2026 berjalan dengan baik dan lancar,” jelasnya.
Baginya, Operasi Ketupat Salawaku 2026 dilaksanakan untuk memastikan keamanan masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, termasuk pengamanan malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, serta aktivitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Keberhasilan Operasi Ketupat sangat bergantung pada soliditas dan koordinasi seluruh pihak. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat memastikan masyarakat merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan penuh kebahagiaan,” tegasnya.
Melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026, dirinya berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebersamaan. (Ipu)


