Maluku - 19 Agustus 2024

Petemuan Perwakilan dengan Pancakarya, Rabu, Ferry Way – Kailolo Beroperasi

Infobaru.co.id, Ambon – Perwakilan masyarakat Kecamatan Pulau Haruku yang terdiri dari tokoh adat, agama, OKP, politisi serta unsur pemuda mendatangi kantor Pancakarya akibat transportasi Ferry Teluk Ambon Way – Kailolo tidak beroperasi.

Hal ini sangat berpengaruh dengan tingkat ekonomi di kawasan tersebut mengalami kenaikan, selain itu aktifitas pembangunan juga terhambat, akibat terputus nya jalur transportasi laut dari Ambon.

“Kami datang di kantor PD Panca Karya tidak lain untuk mempertanyakan aktifitas kapal Ferry Way – Kailolo yang hampir satu bulan ini tidak beroperasi,” ungkap Syarif Tuasikal dalam pertemuan dengan Direktur PD Pancakarya Rusdy Ambon di ruang rapat, Senin (20/8/2024).

Ditambahkan, kedatangan mereka atas kegelisaan warga di Kecamatan Pulau Haruku, guna mempertanyakan kapal ferry yang tidak beroperasi selama 1 bulan ini.

“Kami datang disini atas nama masyarakat di Pulau Haruku, karena kenaikan harga pokok serta tingginya bahan material bagunan, serta perekonomian warga sangat terganggu akibat transportasi laut tidak berjalan,” jelasnya.

Sementara itu Abdul Halim Tuhuteru salah satu tokoh adat di Negeri Rohomoni juga menyesalkan kinerja pihak-pihak tertentu atas tidak beroperasi Ferry Way – Kailolo.

“Kami di Kecamatan Pulau Haruku terkesan di anak tirikan pemerintah provinsi Maluku, karena memberikan Ferry yang sudah tua, dan tidak pantas lagi untuk beroperasi, akhirnya sering rusak hal ini sangat berpengaruh terhadap tingkat perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada Pemerintah Propinsi Maluku untuk segerah menggantikan Ferry bekas rutr Poka-Galala dengan yang baru.

“Mengingat transportasi kawasan tersebut Kepulauan, maka Ferry Way-Kailolo dengan hanya kapasitas 320 GT tidak mampu melintasi kawasan tersebut, dan kami mengharapkan diganti dengan yang baru dengan kapasitas 759 GT,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama PD Pancakarya Rusdy Ambon mengungkapkan permasalahan kapal Ferry Way-Kailolo akibat rusak disebabkan dermaga Ferry Way dan Kailolo tidak memiliki fender.

“Hasil laporan petugas di lapangan ketidak operasi Ferry Teluk Ambon yang melintas Way-Kailolo diakibatkan kerusakan pada lambung kapal akibat jembatan pelabuhan Ferry Way dan Kailolo tidak mempunyai fender atas karet pengamana jembatan, sehingga saat kapal sandar  terjadi benturan kapal dengan beton jembatan,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk masalah fender jembatan adalah tanggungjawab pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui dinas Perhubungan laut.

“Kami Pancakarya hanya menjalankan apa yang telah diperintahkan pemerintah provinsi maluku melalui proses tender, sementara, pemerintah Kabupaten Maluku Tengah harusnya memberikan fasilitas sesuai SOP dermaga Ferry seperti fender atau bantalan karet pada dinding dermaga, sehingga tidak terjadi benturan antara body kapal Ferry dengan beton dermaga,” jelasnya.

Guna melayani kebutuhan masyarakat KM Ferry Teluk Ambon yang melintasi Way-Kailolo dalam waktu dekat sudah bisa beroperasi.

“Untuk tetap memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Pulau Haruku, kapal ferry Teluk Ambon akan dioperasikan pada Rabu 21 Agustus 2024 seperti biasanya,” jelasnya.

Namun, untuk menjaga keselamatan kapal Ferry Teluk Ambon, diwajibkan pengguna jasa Ferry Way – Kailolo mematuhi semua aturan yang sudah ditetapkan.

“Guna menjaga keselamatan kapal, diwajibkan pengguna jasa kapal seperti mobil muatan harus memiliki surat timbang guna mengukur kemampuan kapal, karena KM Teluk Ambon hanya memiliki Kapasitas 320 GT,” ujarnya. (ipu)

To Top