Editorial - 20 Januari 2026

Sidang Ke-47 Jemaat GPM Mahia,  Lekrensi: Kehadiran Gereja Sebagai Pranata Sosial

Infobaru.co.id, Ambon – Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon Penatua, Ronald Lekransy dalam arahan  Pembukaan Sidang ke 47 Jemaat GPM Mahia, menekankan posisi Gereja saat ini tidak di pandang hanya sebagai Lembaga religius, tetapi juga sebagai pranata sosial atau social institution, Selasa (18/1/2026).

Sebagai pranata sosial, Menurut Lekransy ; gereja memiliki kepentingan dalam  memenuhi kebutuhan spiritual maupun kebutuhan sosial manusia. Dimana gereja wajib menyuarakan suara profetiknya.

Menyuarakan keadilan bagi kelompok terpingirikan, menciptakan keseimbangan ekosistem, menolong mereka yang lapar dan haus, termasuk anak – anak yang belum beruntung di bidang pendidikan.

Pada sisi lain gereja dihadapkan pada kemajuan Ilmu dan teknologi secarah masif, memberikan peluang sekaligus  ancaman sehingga dibutuhkan strategi yang akurat, dimana  pengembangan kualitas sumber daya manusia mestinya tidak saja beroreintasi pada  kualitas teknis , tetapi juga penting mendorong kualitas mental dan spiritual Keumatan.

Menurutnya, ini yang perlu di gumuli pada Sidang ke 47 Jemaat GPM Mahia.

Sidang Jemaat di Mahia dan di jemaat – jemaat lainnya merupakan wujud dari komitmen bergereja, bahwa gereja bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan keumatan dan kemasyarakatan , sehingga sidang jemaat perlu menetapkan keputusan – keputusan penting dalam hubungan dengan pertumbuhan kehidupan iman umat terutama  dalam menyikapi dan menjawab berbagai tantangan dan perubahan yang berlangsung sangat cepat di tengah-tengah masyarakat yang pluralis dan dinamis ini.

Menurutnya, Jemaat Mahia memiliki keunikan dan kerentanan topografi yang menantang para pelayan, namun semuanya terjawab melalui kesehatian  dan kerendahan hati membangun  persekutuan penuh cinta kasih bersama umat sebagai satu keutuhan Tubuh kristus.

Sehingga jemaat ini terus bertumbuh dan menghasilan kontrubusi bergereja yang dinamis  sebagai bagian dari  Gereja  Protestan Maluku (GPM).

Sehingga sidang ini harus dapat menjawab semua kebutuhan pelayan keuamatan, program/kegiatannya harus berorintasi pada kenteks jemaat ini, yang memiliki kearifan lokal yang perlu terus dihidupi dengan iman untuk menghasilakn pertumbuhan rohani umat, tetapi juga dapat menjawab konteks sebagai mitra pemerintah dan masyarakat. Tutup lekransy. (Red)

To Top