Maluku - 1 Januari 2026

Polda Maluku Rilis Akhir Tahun, Kapolda: Maluku Aman Kondusif

Infobaru.co.id, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku menggelar coffe morning dan rilis akhir tahun 2025 bersama para pimpinan media dan insan pers Maluku yang berlangsung di lobi lantai 1 Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (31/12/2025).

Secara umum, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di bumi Para Raja-raja ini dalam kondisi yang aman dan kondusif.

“Secara umum saya menyampaikan bahwa wilayah Maluku berjalan aman dan kondusif. Ini terlihat dari lancarnya aktivitas produktif masyarakat yang kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari,” ungkap Kapolda saat menyampaikan rilis akhir tahun 2025.

Situasi kamtibmas yang kondusif, kata Kapolda, tercipta berkat kerja sama semua pihak baik TNI, Polri, Pemerintah Daerah, masyarakat, termasuk awak media. “Sehingga kemudian situasi yang aman, kondusif di wilayah Maluku berjalan dengan baik sebagaimana yang kita rasakan, meskipun ada beberapa gangguan kamtibmas yang perlu kita antisipasi, kita tangani, kita selesaikan,” ungkapnya.

Maluku, lanjut Kapolda merupakan wilayah perairan dengan luas kurang lebih 92% dibandingkan dengan daratan.
“Jadi laut itu mendominasi wilayah-wilayah kita. Dan dari situasi wilayah ini, Polda Maluku memiliki 11 Polres (yang tersebar di 11 kabupaten/kota) dengan jumlah personil 8.893 orang,” ungkapnya.

Berdasarkan daftar isian personil, Polda Maluku mestinya memiliki kurang lebih 15 ribu lebih anggota. Sehingga dengan keterbatasan personel dan wilayah perairan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Karena itu, tantangan strategis yang dijalankan untuk melaksanakan program kepolisian di Polda Maluku antara lain dengan mengupdate kemampuan-kemampuan anggota sehingga mampu mengcover beberapa program kepolisian,” jelasnya.

Selain itu, untuk memotivasi anggota dalam melaksanakan tugas kepolisian secara baik dan berprestasi, Polda Maluku memberikan reward, dan punishment kepada mereka yang melakukan pelanggaran.

“Beberapa anggota kita kemarin berprestasi dalam bidang olahraga pada PON ke 21 tahun 2024 dan sea games 2025 di Thailand,” ungkapnya.

PENANGANAN KASUS

Lebih lanjut Kapolda menyampaikan beberapa kasus tindak pidana yang terjadi sepanjang tahun 2025. Di banding tahun 2024 mengalami penurunan. Tahun 2025 terjadi sebanyak 4.471 dengan penyelesaian 1.011 kasus, sementara Tahun 2024 sebanyak 4.544 kasus dengan penyelesaian 833 kasus.

“Dari jumlah grand total tersebut, kejahatan konvensional masih mendominasi pada tahun 2025 ini yaitu sebanyak 4.322 kasus. Jika dibandingkan tahun 2024 sebanyak 4.199 kasus, jadi mengalami kenaikan. Kenaikannya 2,85% untuk kasus-kasus kejahatan konvensional,” ungkapnya.

Kapolda mengungkapkan, kasus yang tertinggi terjadi di Maluku yaitu kekerasan atau penganiayaan. Ada sebanyak 1.118 kasus penganiayaan.

Sementara untuk kejahatan transnasional,  tahun 2025 terjadi sebanyak 193 kasus. Tahun 2024 ada 218 kasus. “Jadi mengalami penurunan yaitu 25 kasus atau sebanyak 11,47%, dengan kasus tertinggi tahun 2025, yaitu kasus narkoba sebanyak 142 kasus,” ujarnya.

Polda Maluku juga menangani kejahatan kerugian kekayaan negara. Tahun 2025 terjadi sebanyak 29 kasus. Dibandingkan tahun 2024 terjadi sebanyak 52 kasus. “Jadi ada mengalami penurunan 23 kasus atau 44,23%, dengan kasus tertinggi pada tahun 2025 yaitu ilegal mining dan migas, masing-masing sebanyak 8 kasus,” jelasnya.

Polda Maluku juga menangani kejahatan siber. Tahun 2025 sebanyak 19 kasus yang masuk melalui laporan polisi. 14 diantaranya berhasil diselesaikan. “Kasus ini didominasi oleh pencemaran nama baik 12 kasus dan pornografi 5 kasus, penipuan online 1 kasus dan ilegal akses 1 kasus,” ucapnya.

Untuk kasus narkoba terjadi penurunan. Tahun 2024 ditangani 180 kasus dengan penyelesaian sebanyak 152. Sementara 2025 terjadi 141 kasus dengan penyelesaian 88 kasus. “Penurunan terjadi di hampir seluruh satuan wilayah dengan kontribusi pengungkapan terbesar dari Ditresnarkoba dan Polresta Ambon,” katanya.

Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang ditemukan tahun 2024 sebanyak 321,07 gram. Sedangkan tahun 2025 sejumlah 375,83 gram. “Jadi agak naik barang buktinya yang kita dapat. Ganja tahun 2024 kita dapat 1.160 gram, tahun 2025 kita dapat 2.120 gram,” jelasnya.

Untuk kasus yang ditangani Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) sebanyak 3.538 dengan penyelesaian sejumlah 1.242 kasus. Dibandingkan tahun 2024 terjadi sejumlah 3.432 dengan penyelesaian 1.345.

Sementara untuk Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) terjadi penurunan di tahun 2025 sebanyak 43 kasus dengan penyelesaian 18 kasus. Dibandingkan tahun 2024 sebanyak 52 kasus dengan penyelesaian 42 kasus. “Masih didominasi oleh subdit siber dan tipidter dengan perkara terbanyak antara lain manipulasi data 19 perkara dan minerba 9 perkara,” ungkapnya.

Khusus untuk kasus korupsi, akumulasi antara Polda Maluku dan Polres jajaran sampai dengan Desember 2025 berjumlah 46 kasus dengan total kerugian kekayaan negara sebesar Rp20.613.418.419. “Dan penyelamatan  atau berhasil kita blokir, kita sita itu Rp435.762.176. Dengan proses sidik, 38 kasus, dan penyelesaian perkara sebanyak 8 kasus, dengan tersangka 15 orang,” ungkapnya.

KECELAKAAN LALU LINTAS

Dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Maluku mengalami penurunan. Tahun 2024 sebanyak 361 kasus dan turun menjadi 334 kasus. Jumlah korban meninggal tahun 2024 88 orang dan turun 87 orang. Korban luka berat tahun 2024 sebanyak 162 dan turun 152 orang. Luka ringan tahun 2024 sebanyak 425 orang dan turun 350 orang di tahun 2025. “Untuk kerugian material yang dialami dibandingkan tahun 2024 mengalami peningkatan. Tahun 2024 kerugian material sebesar Rp1.660.890 dan naik tahun ini Rp2.066.700.002,” ungkap Kapolda.

Kapolda mengaku data lakalantas menunjukkan progresif jumlah korban kecelakaan menurun, namun dampak ekonomi akibat kecelakaan tersebut masih cenderung meningkat. “Sehingga diperlukan penguatan upaya pencegahan, pengawasan, dan keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan,” harapnya.

KONFLIK

Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menyentil terkait konflik yang terjadi di Maluku. Menurutnya, dibanding tahun 2024 tahun ini mengalami penurunan sebanyak 51,35% yakni 90 kejadian. Dibandingkan tahun 2024 terjadi 185 kejadian.

Penanganan konflik dilakukan dengan cara penguatan hubungan polisi dan masyarakat. Penguatan hubungan dilakukan berbasis karakteristik masyarakat, yakni dengan cara berkunjung ke masyarakat, tempat-tempat ibadah, masjid, gereja, pura, pendekatan secara keagamaan. “Kemudian laksanakan bakti kesehatan, bakti sosial, Police Good School, serta sinergitas kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat, termasuk melakukan pendekatan berbasis kultur atau adat,” jelasnya.

Kapolda mengimbau agar masyarakat patuh hukum. Hukum harus ditegakkan. Masyarakat juga diminta berpartisipasi dalam kegiatan kepolisian dan penegakan hukum. Masyarakat juga diminta jangan menjadikan komunitas menjadi tameng perlindungan, komunitas harus mendukung penegakan hukum. “Polri sayang masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan mau dalam penegakan hukum, mendukung, dan mau menjadi saksi apabila mengetahui tindak pidana. “Ini juga tantangan tersendiri di tempat kita. Apabila ada kejadian dipanggil menjadi saksi itu agak memerlukan upaya. Menjadi atensi kita bersama supaya konflik-konflik ini diharapkan dapat kita selesaikan secara hukum,” harapnya.

Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ke depan terus mengantisipasi kerawanan perkara yang berlatar belakang kekerasan, kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan mengkonsumsi miras, kemudian perilaku asusila, kekerasan terhadap kelompok-kelompok rentan antara lain anak-anak dan wanita, serta disabilitas.

“Harapan dan keinginan kita di tahun 2006 tentu situasi Kamtibmas yang kondusif, aman, dan damai. Masyarakat berperan aktif dalam memerangi ataupun menjaga Kamtibmas,” pintanya.

Tahun depan, lanjut Kapolda, harus semakin kuat dalam bekerja sama, optimis dalam bekerja, dan memiliki motivasi yang tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Peran media tentu sangatlah penting dalam mewujudkan Kamtibmas yang sejuk dan damai. Oleh karena itu, media diharapkan dapat meluruskan, mengklarifikasi berita-berita hoax, memberikan informasi yang akurat, dan menjadi acuan berita yang benar di masyarakat. Mari kita saling bersinergi, bergandengan tangan untuk menciptakan Maluku yang lebih hebat. Maluku kita harus lebih baik, persaudaraan kita harus lebih baik,” pungkasnya. (Red)

To Top